Selasa, 18 Januari 2011

Anak Tidak Mau Ditinggal Kerja

Kiat-kiat agar anak mau ditinggal kerja.
anak dan ibu bekerjaTanya:
Aku mau curhat ya, bu.., anakku (2 tahun 9 bulan) sudah beberapa hari ini (hampir 3 minggu) setiap bangun tidur selalu bertanya; “Ambu hari ini mau kemana? Jangan kerja yah Ambu…” aku sebenarnya miris dengar pertanyaan itu, aku sudah coba bilang ke dia kenapa aku harus kerja, padaha; dulu kalau aku bilang dia bisa terima dan ceria lagi. Tapi sepertinya dia keukeuh ingin ibunya ada di rumah, biasanya kalau hari sekolah dia aku kasih tahu bahwa hari ini dia harus sekolah dan aku pergi kerja dia akan senang, tapi sekarang malah menjawab; “aku mau kayak Reva temen aku dijagain ibunya?”. Aku tidak boleh dandan, tidak boleh pakai baju kantor, malah dia ambilkan dasterku dan maunya digendong terus. Terus dia akan minta main sama aku. Aku sudah coba Tanya ke mbaknya bagaimana anakku sehari-hari dirumah selama aku kerja, takutnya dia merasa terancam atau tidak nyaman, dapat aku simpulkan semua itu tidak ada. Kalau begini, rasanya jadi semakin ingin jadi FTM saja tapi disisi lain kalau aku dirumah aku bisa tambah stress (aku tidak bisa menyebutkan penyebabnya) apalagi aku ini tidak punya keahlian apapun. Rencananya nanti malam aku mau diskusikan dengan suami. Apa anak seusia anakku merupakan masa seperti ini ? lalu bagaimana aku menanganinya? Dan apakah hal ini akan berhenti? Aku belum pernah baca buku/artikel perkembangan anak menurut usianya, mungkin para ibu disini pernah baca, boleh ya disharing, terima kasih [RS]
Jawab:
Kalau aku memberikan pengertiannya kadang-kadang lewat cerita waktu dia mau bobo, ada selingan sedikit tentang apa yang harus aku utarakan, tapi jangan lama-lama berkutat dimasalah itu, bisa jadi dia akan teriak sekencang-kencangnya, bete habis. Yang jelas harus sabar kasih pengertian ke anak, jangan melulu secara vulgar “uang” yang disebut [DH]
Anakku juga seumuran dengan anaknya mbak, ketika umurnya 2tahun 6bulan, dia juga selalu melarang aku untuk pergi kerja. Biar ayah saja yang ke kantor katanya. Mungkin memang anak-anak seusia itu sudah mulai bisa menuntut kehadiran kita kali ya, Setiap dia merajuk aku selalu jelaskan untuk apa aku pergi kerja. Aku bilang supaya bisa bayar uang sekolah, pergi berenang, beli buku, mainan pokoknya semua hal yang dia suka aku sebutkan. Kalau pas akhir pekan memang dia selalu bersamaku terus. Kemana saja aku ajak. Setiap jumat selalu aku bilang; hari ini hari jumat waktunya ibu ambil uang di kantor, besok kita mau berenang..kan? wah langsung senang dia. Dan biasanya setelah pergi dan menuruti apa yang dia mau, aku selalu pura-pura sedih bahwa uangku habis karena untuk bla..bla..yang sudah dia dapatkan. Kontan dia langsung bilang; “Cup..cup ibu…jangan nangis ya, besok ibu ke kantor lagi cari uang ya..biar bisa berenang/beli buku lagi…” he he he Ternyata cara ini cukup ampuh, sampai sekarang dia selalu sudah siap manis/rapi melepas aku berangkat kantor. Malah selalu diingatkan, kuenya sudah dibawa belum? Aduuh senangnya, semoga membantu ya [Ri]
Sepertinya memang ada masa-masa begitu ya, temanku ada yang pernah mengalaminya, waktu itu anaknya juga sudah TK. Kalau memungkinkan, kenapa tidak ambil cuti 1-2 hari khusus untuk menemani dia sekolah seperti yang dia mau. Biar dia merasa sama seperti teman-temannya, kadang anak-anak memang begitu, suka saling `memamerkan’ortunya masing-masing. Wajar saja menurutku, memang susah kalau sudah begini, tapi kita kerja juga Insya Allah bukan karena keegoisan kita, Insya Allah suatu saat anak kita juga akan mengerti. [DA]
Puteraku, seumuran dengan anaknya mbak, juga suka protes kalau aku mau berangkat kerja, sejauh ini yang aku lakukan adalah menerangkan ke dia ; mama mau ke kantor, cari uang untuk beli susu dan lain-lain, pokoknya yang dia suka, dan aku selalu janji untuk telepon anakku dari kantor, sejauh ini dia bisa terima kalau telepon dia selalu pesan untuk cepat pulang, yang penting pendekatan kita mbak, anak kita itu kecil-kecil juga sudah bisa diajak diskusi dan mencari solusi, biasanya ini juga Cuma sebentar, begitu dia punya pengertian yang pasti tentang mama pergi kerja, nanti juga hilang, selamat mencoba dan bernego dengan ananda [Mllm]
Kemarin di parent guide aku baca tips jika anak tidak mau ditinggal kerja oleh mama, secara garis besarnya memang anak harus diberikan pengertian untuk apa mama bekerja, luangkan waktu khusus hanya untuk anak dan buat janji jika sudah ada waktu khusus tidak boleh merengek, pikirkan alternatif pekerjaan lain. Juga disebutkan jika anak menangis jangan diberi rayuan instan missal ; yukk ayah belikan mainan, karena anak akan belajar bahwa rengekan akan dengan mudah mendapatkan sesuatu. Aku sudah praktekkan untuk memberi pengertian dan waktu khusus, sudah agak lumayan. Kasusku kalau aku pulang kerja terus aku langsung cek dapur, wah anakku protes heboh sekali! Tapi ini jadi selingan hidup membesarkan anak walau kadang terasa gimanaaa gitu [DH]
Bagaimana kalau disambungkan dengan peran dan tugas kita di hadapan Allah? Maaf, menyambungnya ke sini. Dijelaskan bahwa semua orang masing-masing punya peran dan tugas, termasuk anak juga punya peran, sudah waktunya makan, ya makan, waktunya main ya main, untuk mengasah ketrampilan, kecerdasan, waktunya bobo ya bobo, waktunya sholat ya sholat, dan lain-lain. Kalau anak tidak melakukan itu semua, bayangkan, anak kita kelaparan, tidak pernah bobo, capek, tidak mandi, kan semuanya kacau. Nah ambu juga sama, ambu punya peran, bla.bla..bla..Terakhir, diingatkan bahwa anak harus ingat, walaupun ambu gak ada, ambu sangat sayang ke dia. Dan juga dia tidak perlu khawatir kalau tidak ada ambu, karena dia selalu dijagain Allah dan selalu menemani anak kita, dimana pun, lagi bobo, lagi makan, lagi main, bla..bla.. Kalau masih ngerasa takut juga, yuk kita berdoa bersama, bla..bla.. Nanti kalau anak kita merasa sendirian, atau sedih, atau bla..bla.., dan tidak ada ambu, berdoa aja, insya Allah ananda tidak akan sendirian, pasti ada Allah, dan ambu insya Allah nanti sorenya juga sudah pulang. Ya..kurang lebih seperti itu…Insya Allah yang masih kecil juga–umur bulanan misalnya atau bahkan masih di kandungan, sudah bisa kita ajak ngobrol seperti ini. Maaf, sepertinya agak menggurui, tapi semoga berguna ya [Al]
Anakku juga, akhir-akhir ini mulai melarang aku pergi kerja. Umurnya 2tahun 4bulan. Kalau dilihatnya aku sudah rapih, langsung minta digendong sambil mengajak; “Bunda yok tidur yok. aku mau tidur sama Bunda …” Dia ajak aku ke kamar. Biasanya anakku mau dikasih pengertian. Sekarang sudah tidak mau. Minta digendong sama aku, tidak mau sama yang lain. Si Uwak pun tidak laku. Kalau ditinggalkan, menangis-nangis sampai aku tidak tega. Biasanya aku gendong-lah agak lama, setelah itu Uwak dan adikku mulai cari siasat untuk mengajak anakku main. Kadang-kadang ajak main air di kolam plastik, atau main komputer atau sama adikku diajak naik mobil diputeri keliling kompleks. Setelah itu anakku tidak menangis dan lupa kalau tadi dia minta bundanya tidak masuk kerja, Kalau aku antara sedih dan maklum. Ya maklum sebab memang sudah waktunya dia bersikap seperti itu. Senang juga, sebab walau sehari-hari ditinggal kerja, malah kadang-kadang dibawa ke Cirebon, tapi ternyata anakku tidak melupakan aku dan tetap lengket sama aku, Sedih, sebab lihat tangisannya [Frn]
Aku belajar soal ini lewat tanteku, waktu sepupuku yang kecil lahir, 3 bulan kemudian ayahnya meninggal karena sakit, Nah pas dia seusia anaknya mbak, dia punya dua pertanyaan buat ibunya..’kenapa mama kerja, tidak dirumah saja dan kemana bapak’ Jawabannya memang tidak mudah buat tanteku, karena dia memang harus bekerja buat 3 orang anaknya, berbagai cara dilakukan oleh tanteku dari yang ngumpet-ngumpet kalau pergi, dibujuk-bujuk dengan segala janji sampai anaknya itu ikut mengantar kedepan kalau ibunya pergi, dan sesekali diajak ngobrol serta cerita kenapa mamanya harus bekerja. Akhirnya sepupuku bisa mengerti kenapa ibunya harus bekerja dan kemana ayahnya pergi, kenapa dia berbeda dengan anak-anak tetangganya, memberi pengertiannya itu memang tidak mudah tapi sejalan dengan waktu anaknya jadi lebih cepat mengerti dan tahu kenapa ibunya harus bekerja. Ketika anakku (2tahun 5bulan)lahir, beberapa hari menjelang menjelang cuti habis aku selalu bilang ke anakku, kalau mama dan ayah harus bekerja dari senin sampai jum’at, terus sabtu dan minggu adalah waktu untuk kita bertiga, aku tidak bilang alasannya kenapa, terus waktu dia mulai ngeh kalau kita tinggal, masih usia bulanan aku ajak dia mengantar sampai depan jalan. Alhamdulillah, sampai saat ini dia belum pernah protes kenapa aku harus bekerja, malah sekarang kalau aku pulang kerja, dia heboh cerita apa saja yang diperbuatnya seharin, lucu expressinya kalau dia lagi cerita, Kita juga pernah kebobolan, ketika hari sabtu, aku dan abangku mesti masuk/lembur pasti dia nangis bombay, yahaku bilang, kalau hal seperti ini hanya sesekali dan sorenya aku ajak dia jalan-jalan [Rhm]
original by www.dunia-ibu.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar